untuk menguji kesigapan dan koordinasi para pegawai PLN dalam skenario darurat gempa, meliputi praktik evakuasi cepat, penanganan korban, pengamanan aset vital pembangkit, serta alur komunikasi tim darurat.
Maumere||timorsavana.com– Dalam upaya konkret memperkuat ketahanan operasional dan keselamatan kerja di tengah potensi bencana alam, PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Sikka menggelar Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi. Kegiatan intensif ini dilaksanakan di PLTD Wolomarang, Maumere, pada Rabu,(15/10).
Simulasi ini dirancang untuk menguji kesigapan dan koordinasi para pegawai PLN dalam skenario darurat gempa, meliputi praktik evakuasi cepat, penanganan korban, pengamanan aset vital pembangkit, serta alur komunikasi tim darurat.
Manager PLN UPK Flores, Tri Handoko, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah refleksi dari komitmen teguh PLN dalam memastikan keselamatan seluruh insan PLN sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap pegawai tidak hanya paham, tetapi juga mahir dalam prosedur keselamatan saat menghadapi keadaan darurat. Kolaborasi dengan Basarnas adalah langkah strategis untuk mengasah kemampuan tim kami di lapangan. Keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap denyut operasional PLN,” ujar Tri.
Tri menambahkan, penguatan kesiapsiagaan kini diintegrasikan dengan digitalisasi sistem operasional dan manajemen keselamatan kerja. “Penerapan sistem digital memungkinkan kami melakukan langkah mitigasi lebih cepat dan terkoordinasi. Ini adalah upaya kami memastikan layanan kelistrikan tetap berkelanjutan dan berkualitas, bahkan di masa sulit,” tambahnya.
Kepala Basarnas Sikka, Fathur Rahman, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PLN ini, menyebutnya sebagai langkah penting dalam membangun budaya tanggap darurat yang proaktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













