Selain itu, terdapat rencana penambahan pembangkit EBT sebesar 55,73 MW serta pengembangan pemanfaatan langsung panas bumi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diproyeksikan rata-rata mencapai 4,55 persen, dengan total distribusi listrik pada tahun 2023 mencapai 273.761,48 GWh.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas strategi penguatan ketahanan energi dan reformasi subsidi di NTT.
Viktorius Manek menegaskan bahwa NTT memiliki potensi ketahanan energi yang sangat besar, namun belum seluruhnya dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.
“NTT punya semua sumber energi terbarukan, tetapi belum dimaksimalkan pemanfaatannya. Momentum ini sangat baik untuk kita diskusikan bagaimana potensi ini bisa dioptimalkan agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa NTT memiliki enam titik potensi panas bumi dengan total 23 titik sumber daya geothermal. Saat ini, empat titik masih dalam tahap eksplorasi dan baru dua titik yang telah beroperasi produksi.
Menurutnya, apabila seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan, maka bukan hanya desa-desa di NTT yang bisa menikmati listrik, tetapi daerah ini juga berpeluang mengekspor energi listrik.
“Kami berharap kegiatan ini bukan rapat pertama dan terakhir, tetapi bisa diperluas lagi dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga NGO agar diskusi terkait ketahanan dan kemandirian energi di NTT semakin baik,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













