Mengenai pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Gubernur mengakui adanya tantangan dinamika harga lahan dan fokus nasional BNPB pada bencana di daerah lain. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus berjalan.
Untuk pemulihan ekonomi, Pemprov NTT mendorong:
• Relaksasi KUR: Perbankan diajak untuk memberikan penyesuaian skema pinjaman bagi pengungsi.
• Bantuan Pertanian: Kelompok tani di Huntara diminta menyerahkan nama koordinator untuk disambungkan dengan bantuan pusat.
• Pemasaran Produk: Hasil olahan bumi dari Huntara akan dibantu pemasarannya melalui jaringan NTT Mart.
Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, memberikan penguatan moral khususnya bagi kaum perempuan di pengungsian.
“Perempuan selalu menemukan cara untuk tetap hidup dan menjadi energi bagi keluarga. Kami di sini untuk memastikan persoalan jangka pendek maupun panjang dapat segera teratasi,” ujar Emelia.
Menutup kunjungannya, Gubernur Melki mengutip moto penahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Hans Monteiro: Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan).
“Kita harus saling merasakan dan berempati. Jangan pernah menyerah dan jangan kehilangan pengharapan,” pungkasnya. *
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













