Dari total 3.813 kelompok tani di Kabupaten TTS, hanya 64 kelompok yang terpilih menerima bantuan alsintan tahun ini. Karena itu, Bupati menegaskan pentingnya menjaga amanah tersebut.
“Gunakanlah alat ini untuk kepentingan kelompok, bukan pribadi. Rawat dengan baik, kelola dengan transparan, dan manfaatkan untuk meningkatkan hasil pertanian terutama padi dan jagung,” tegasnya.
Bupati Eduard juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan agar terus melakukan pendampingan, pelatihan, dan monitoring terhadap kelompok penerima bantuan.
Pendampingan tersebut diharapkan memastikan agar alsintan digunakan secara efektif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas petani.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten TTS akan segera memasuki musim tanam 2025–2026, sehingga para petani perlu memanfaatkan curah hujan dan bantuan alsintan secara optimal.
“Gunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan sejahtera di TTS,” kata Bupati.
Dalam kesempatan itu, Eduard Markus Lioe turut menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kabupaten TTS atas dukungan dan pokok-pokok pikiran yang memungkinkan adanya program bantuan alsintan tersebut.
“Keberhasilan pertanian adalah hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan para petani yang bekerja keras di lapangan,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













