Ucapan syukur serupa disampaikan oleh Kepala Desa Lederaga, Karel Keraba, atas bantuan yang diterima oleh 100 kepala keluarga, termasuk Sarlota Nobel. “Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan pemasangan listrik gratis. Kiranya bantuan ini dapat bermanfaat dalam menunjang kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Karel juga memberikan apresiasi khusus atas kerja cepat petugas PLN yang hanya dalam waktu sekitar dua minggu telah menyelesaikan seluruh pemasangan meteran.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen PLN untuk terus menghadirkan pemerataan energi di seluruh pelosok NTT sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program TJSL Tirai Kasi bukan sekadar bantuan listrik gratis, tetapi langkah nyata PLN untuk menciptakan pemerataan energi. Kami ingin memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal dari akses listrik. Kehadiran listrik juga kami harapkan dapat mendorong digitalisasi pendidikan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Kini, rumah Ibu Sarlota dan 99 keluarga lainnya di Desa Lederaga tidak lagi gelap dan tidak lagi bergantung pada lampu pelita yang mahal. Cahaya listrik dari PLN tidak hanya menerangi malam mereka, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih hemat, produktif, dan penuh harapan di ujung timur Indonesia.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













