Pemprov bersama Bank NTT Berikan Apresiasi Kepada Anggota Paskibraka Nasional 2025

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250823 WA0012

Timorsavana.com||Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dengan dua putra-putri terbaik NTT yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional pada Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia di Istana Negara – Jakarta, yakni Paulus Greogrius Afrizal dan Merlin Anggraeni Mauzali.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur, pada Jumat (22/8) pagi tersebut juga turut dihadiri oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Regina Maria Manbait, orang tua, pendamping siswa serta Kepala Bank NTT KCP Kantor Gubernur, Rudi Benu.

Merlin Anggraeni Mausali adalah siswi SMA Negeri 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, yang mendapat kehormatan sebagai anggota Paskibraka pada upacara pengibaran bendera Merah Putih di pagi hari, sedangkan Paulus Gregorius Afrizal merupakan siswa SMA Katolik Frater Maumere, Kabupaten Sikka, yang ditugasi menurunkan bendera sore bersama anggota Paskibraka lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi keduanya yang berhasil mengharumkan nama NTT di kancah nasional.

“Sebagai Gubernur NTT, kalian berdua sudah membanggakan kita semua. Capaian ini jangan membuat kalian jumawa. Berbagilah pengalaman ini dan jadikan sebagai pemacu untuk meraih cita-cita kalian. Selamat ya,” pesan Gubernur penuh semangat.

Gubernur juga menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka Nasional bukan hanya soal kehormatan, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Diharapkan Paulus dan Merlin mampu menularkan semangat disiplin, kerja keras, dan cinta tanah air kepada pelajar-pelajar lain di NTT.

Pada kesempatan tersebut, Merlin juga berbagi kisah pengalaman dan perjuangan dirinya bersama rekan-rekan Paskibraka lainnya selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka Nasional.

Baca Juga :  Pj. Gubernur NTT : Modal Inti Bank NTT Rp3 Triliun Segera Tercapai

“Dari awal kami dikumpulkan, kami diberi materi setiap harinya dari pagi sampai malam. Tepatnya pada14 Juli sampai 24 Juli, kami mendapat pembelajaran aktif, termasuk di Arsip Nasional. Kemudian mulai 25 Juli hingga 17 Agustus, kami fokus latihan di lapangan. Tiap hari bangun jam 04.00 pagi, latihan dari 07.15 sampai 17.00, lalu malamnya masih ada materi sampai jam 22.00. Rasanya berat, tapi justru di situ kami belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan di antara kami,” cerita Merlin.

  • Bagikan