Balai Lelang Flobamora Resmi Buka Jasa Agen Properti dan Promosi Barang Antik

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250721 WA0009

Timorsavana.com||Kupang — Balai Lelang Flobamora terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di bawah pimpinan Ir. Theodorus Widodo, lembaga ini resmi memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan dua layanan baru, yaitu agen properti dan promosi barang antik serta karya seni.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional Mulyadi Karolinus, didampingi Admin Henci Ndolu, dalam konferensi pers yang digelar di kantor Balai Lelang Flobamora, Ruko Tarzan, Jalan Timor Raya KM 6, Oesapa Barat, Kota Kupang, pada Senin, 21 Juli 2025.

Menurut Mulyadi, selama ini Balai Lelang Flobamora dikenal sebagai penyelenggara lelang eksekusi, lelang hak tanggungan, dan lelang barang masyarakat. Namun kini, dengan izin usaha baru yang telah dikantongi, Balai Lelang Flobamora juga resmi beroperasi sebagai agen properti.

“Kami tidak menghilangkan fungsi utama sebagai balai lelang. Kegiatan lelang eksekusi dan sukarela tetap kami jalankan sesuai izin dari Kementerian. Namun, kini kami juga membuka layanan agen properti. Masyarakat di Kupang dan NTT yang ingin menjual rumah atau tanah bisa bekerja sama dengan kami untuk pemasarannya,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah aktif di berbagai platform properti digital seperti Lamudi, OLX, dan media sosial guna menjangkau calon pembeli yang lebih luas. Salah satu transaksi properti yang dibantu Balai Lelang Flobamora bahkan telah mencapai nilai hingga Rp 15 miliar.

Tak hanya properti, Balai Lelang Flobamora juga membuka layanan promosi barang antik dan karya seni dengan menggandeng para kolektor dan galeri. Salah satu program yang akan segera dijalankan adalah pemajangan barang-barang antik di galeri dan pusat keramaian setiap akhir pekan untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Baca Juga :  Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake Hadiri Tanam Pohon Bersama Serentak Seluruh Indonesia

“Banyak kolektor kesulitan memasarkan koleksi mereka karena keterbatasan jaringan promosi. Dengan pengalaman kami di bidang pemasaran digital, kami siap membantu promosi barang-barang tersebut secara lebih efektif. Pemilik tidak dikenakan biaya di awal, cukup membayar komisi sebesar 2,5 persen setelah barang terjual,” tambahnya.

  • Bagikan