“Kalau kita ingin menguatkan ekonomi daerah, maka kita harus mulai dari mendukung ekonomi keluarga dan pelaku UMKM. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendukung setiap gerakan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Serena juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Kupang yang pada tahun 2025 kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran tingkat nasional selama 10 tahun berturut-turut. Capaian tersebut, katanya, menjadi bukti bahwa toleransi di Kota Kupang bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat.
Ia menambahkan, apresiasi serupa juga disampaikan oleh pemerintah pusat melalui Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri yang menilai praktik toleransi di Kota Kupang tampak nyata dalam sinergi lintas iman, baik dalam kegiatan sosial maupun ekonomi.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak berpuas diri. “Prestasi ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Toleransi harus terus dirawat melalui dialog, kerja sama lintas iman, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum buka puasa bersama sebagai penguat komitmen untuk terus menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih,rumah bersama yang rukun, toleran, maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman Oebobo, H. Ismail Kasim, dalam sambutannya menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap program-program keagamaan di Nusa Tenggara Timur. Ia menyampaikan rasa syukur karena kunjungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ke Masjid Nurul Iman bukanlah yang pertama, termasuk sebelumnya dalam penyerahan bantuan hewan kurban. Atas nama umat Islam dan jajaran pengurus masjid, ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Kupang yang dinilai konsisten mendukung kegiatan keagamaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang menurutnya menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap umat. Momentum Ramadhan ini, katanya, menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih dengan penuh khidmat. Ia berharap kehadiran pemerintah daerah menjadi catatan penting dan motivasi bagi umat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah serta mempererat hubungan harmonis antarwarga.
Lebih lanjut, H. Ismail Kasim mengungkapkan bahwa kehidupan toleransi di lingkungan Masjid Nurul Iman tercermin dalam keseharian. Dari enam kepala keluarga muslim yang berada di sekitar masjid, mereka menjalankan ibadah dengan aman dan tertib berkat dukungan saudara-saudara non-muslim di lingkungan tersebut yang setiap tahun secara sukarela membantu menjaga keamanan saat umat Islam melaksanakan salat tarawih. “Inilah wajah kerukunan yang sesungguhnya,” ujarnya.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













