Orang tua kadet Unhan Cohort III kecewa gagal bertemu Menhan di Soe dan meminta kepastian nasib anak-anak mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
Soe, TimorSavana.com — Sejumlah orang tua yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Kadet Cohort III Universitas Pertahanan (Unhan) RI Ben Mboi, Kabupaten Belu, mengaku kecewa setelah gagal bertemu Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang diagendakan berkunjung ke Sekolah Unggul Garuda Baru Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Para orang tua tersebut datang ke Kota Soe dengan harapan dapat menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi terkait masa depan anak-anak mereka yang telah menyelesaikan pendidikan di Unhan pada 3 September 2026 lalu. Namun, rencana kunjungan Menteri Pertahanan itu dibatalkan sehingga mereka tidak berkesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Paguyuban orang tua yang datang ke Soe diwakili oleh empat orang, yakni Maxi Laka, Marthen Hailitik, Nahrudin, dan Kornelis Bien. Mereka berharap dapat bertemu Menteri Pertahanan untuk meminta penjelasan mengenai kelanjutan nasib para kadet Cohort III, terutama mereka yang belum berhasil melewati seleksi penerimaan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Marthen Hailitik mengatakan kedatangan mereka bukan untuk meminta perlakuan istimewa, melainkan mengharapkan perhatian dan kepastian mengenai masa depan anak-anak yang telah menjalani pendidikan selama kurang lebih tiga tahun dengan dukungan negara.
Menurutnya, sejak awal pendaftaran di Universitas Pertahanan, anak-anak mereka telah melewati tahapan seleksi yang sangat ketat selama kurang lebih tiga bulan. Setelah dinyatakan lolos, mereka diwajibkan mengikuti pendidikan dasar militer sebelum melanjutkan pendidikan akademik sesuai kurikulum yang berlaku di Unhan.
Selama menjalani pendidikan, para kadet dibina melalui sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dan kedisiplinan militer. Para orang tua pun merasa terbantu karena biaya pendidikan dan kebutuhan hidup anak-anak mereka ditanggung negara, termasuk pemberian uang saku.
Mereka menilai kehadiran Universitas Pertahanan menjadi kesempatan besar bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa harus terbebani biaya pendidikan yang besar.
Namun, harapan para orang tua mulai dipertanyakan ketika anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan dan harus mengikuti seleksi lanjutan untuk menjadi anggota TNI.
Lanjut, Marthen menjelaskan bawa sejak awal terdapat surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani para kadet, antara lain mengenai kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia sebagai anggota TNI. Hal itu membuat para orang tua berharap pendidikan yang dijalani anak-anak mereka dapat berlanjut pada kesempatan untuk mengabdi kepada negara melalui jalur tersebut.
Kenyataannya, para kadet tetap harus melewati tahapan seleksi lanjutan dan sejumlah di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua.
Pertanyakan Kuota Khusus TNI
Salah satu persoalan yang ingin disampaikan kepada Menteri Pertahanan adalah pelaksanaan seleksi penerimaan anggota TNI, terutama terkait kuota khusus yang menurut Marthen telah dialokasikan bagi kadet Universitas Pertahanan di Belu.
Berdasarkan keterangannya, surat alokasi dari Panglima TNI tersebut mencantumkan kuota sebanyak 175 orang untuk tiga matra.
Rinciannya, TNI Angkatan Darat memperoleh kuota 88 orang, terdiri atas 47 laki-laki dan 41 perempuan. TNI Angkatan Udara memperoleh kuota 35 orang, terdiri atas 20 laki-laki dan 15 perempuan. Sementara TNI Angkatan Laut memperoleh kuota 52 orang, terdiri atas 28 laki-laki dan 24 perempuan.
Namun, menurutnya, pelaksanaan seleksi untuk TNI Angkatan Darat tidak berjalan sesuai harapan para orang tua.
Dari 55 kadet yang mengikuti seleksi di tingkat daerah atau Panda untuk TNI Angkatan Darat, hanya 15 orang yang dinyatakan lolos, sedangkan 40 lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Dari 15 kadet tersebut, satu orang kembali dinyatakan gugur pada tahapan seleksi berikutnya di tingkat pusat. Dengan demikian, sebanyak 14 kadet dinyatakan lolos dan saat ini sedang menjalani pendidikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













