Lomba Lari Bupati Cup 2026 Dinilai Telantarkan Anak dan Tak Profesional

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260707 WA0009

Anggota DPRD TTS Yoram Nakamnanu mengecam keras pelaksanaan lomba lari Bupati TTS Cup 2026 yang dinilai menelantarkan anak-anak hingga mengalami luka dan kelaparan.

Soe,timorsavana.com– Pelaksanaan lomba lari dalam rangka Bupati TTS Cup tahun 2026 menuai kritik tajam dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Yoram Nakamnanu, M.M., menilai ajang tersebut mengorbankan hak-hak dasar anak demi kepentingan seremonial sesaat.

Politisi Partai Perindo ini menyatakan keprihatinannya setelah melihat kondisi para peserta anak-anak yang mengikuti perlombaan tersebut. Menurutnya, alih-alih mendapatkan pembinaan prestasi, para peserta justru harus menanggung luka fisik, rasa lapar, serta dahaga yang tidak teratasi oleh panitia.

“Anak-anak ini dieksploitasi untuk kepentingan sesaat, lalu hak-hak mereka dikorbankan. Bayangkan, mereka datang jauh-jauh untuk berlomba, namun luka, lapar, dan haus yang mereka dapatkan,” ujar Yoram dalam wawancara khusus, belum lama ini.

Mantan guru ini menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyalahkan individu tertentu, namun ia menyoroti kinerja panitia pelaksana yang dinilai sangat tidak proporsional dalam mengelola kegiatan yang melibatkan anak di bawah umur.

Yoram menekankan bahwa panitia seharusnya memahami bahwa anak kecil bukanlah orang dewasa dalam bentuk tubuh yang kecil. Ia menilai ada kekeliruan sudut pandang dari penyelenggara yang menganggap anak-anak bisa mengurus diri mereka sendiri selama perlombaan berlangsung.

Setelah melihat dokumentasi video terkait kondisi di lapangan, Yoram mengaku merasa ngeri. Ia bahkan menyebut kegiatan Bupati TTS Cup 2026 ini sebagai ajang “karbitan” atau tidak dipersiapkan dengan matang, serta hanya bersifat euforia atau hura-hura belaka.

“Saya melihat video itu dan merasa ngeri. Saya anggap kegiatan ini karbitan, tidak matang. Hanya sekadar mau hura-hura saja tanpa perencanaan yang matang untuk perlindungan peserta,” tegasnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Literasi dan Numerasi di TTS Masih Rendah! Apa Kabar Dunia Pendidikan?

Menurut Yoram, filosofi sebuah perlombaan bagi anak-anak adalah untuk menang. Motivasi itulah yang mendorong mereka datang dari kampung halaman dengan membawa nama baik sekolah serta harapan besar dari keluarga.

Ia menepis anggapan bahwa keterlibatan peserta anak-anak hanya sekadar untuk meramaikan suasana. Baginya, pola pikir anak yang ikut berlomba adalah berjuang sekuat tenaga hingga mencapai garis finis demi meraih prestasi.

  • Bagikan