Videotron Rp400 Juta di Perpustakaan Daerah TTS Jadi Sorotan, Belum Dipakai Sejak Dipasang

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260615 WA0004

Videotron Perpustakaan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan senilai Rp400 juta yang diusulkan Komisi IV DPRD TTS menuai kritik. Hingga pertengahan 2026, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dan memicu perdebatan soal asas manfaat serta prioritas anggaran daerah.

Timorsavana.com || Keberadaan videotron yang berdiri di Jalan Diponegoro milik Badan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi buah bibir masyarakat. Fasilitas yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta pada tahun 2025 itu dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Proyek tersebut diketahui merupakan salah satu usulan dari Komisi IV DPRD Kabupaten TTS. Namun hingga pertengahan tahun 2026, layar digital yang terpasang di kawasan Gunung Mas itu belum juga digunakan secara maksimal, bahkan disebut belum pernah beroperasi untuk kepentingan publik.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan mengenai asas manfaat dari pengadaan videotron tersebut. Di tengah berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, sebagian warga mempertanyakan apakah tidak ada program lain yang lebih penting untuk didahulukan dibandingkan pengadaan layar digital bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

“Kenapa sampai sekarang belum dipakai sama sekali? Apakah memang kurang peminat atau ada persoalan lain?” demikian pertanyaan yang ramai bermunculan di media sosial.

Kontroversi semakin menguat karena ukuran fisik videotron yang terpasang dianggap tidak sebanding dengan nilai anggaran yang mencapai Rp400 juta. Sejumlah warganet bahkan membandingkan harga perangkat sejenis yang beredar di pasaran dan menilai anggaran tersebut terlalu besar.

Perbandingan harga pasar menjadi salah satu bahan diskusi yang terus berkembang. Sebagian masyarakat menilai pemerintah perlu membuka secara transparan spesifikasi teknis dan rincian anggaran agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Dr. Widya Cahya: Kepemimpinan PKK Kota Kupang Bukan Tentang Super Power

Di sisi lain, belum dimanfaatkannya videotron tersebut memunculkan kekhawatiran lain. Sejumlah pengguna Facebook mengingatkan bahwa fasilitas elektronik yang dibiarkan tanpa digunakan dalam waktu lama berpotensi mengalami kerusakan akibat korosi maupun faktor cuaca sebelum memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pro dan kontra mengenai keberadaan videotron itu pun masih berlangsung di berbagai platform media sosial. Ada yang mendukung keberadaan fasilitas tersebut sebagai sarana informasi publik modern, namun tidak sedikit yang mempertanyakan efektivitas penggunaannya.

  • Bagikan