Kupang,timorsavana.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk pada pekerjaan Preservasi Jalan Henes–Motamasin dan Penanganan Longsoran Henes–Motamasin di Kabupaten Belu. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi efektivitas pelaksanaan proyek yang saat ini tengah berjalan.
Selain BBM kondisi cuaca dengan curah hujan yang tidak menentu memengaruhi progres pekerjaan infrastruktur strategis di kawasan perbatasan tersebut, sehingga sejumlah pekerjaan harus dilakukan secara bertahap demi menjaga kualitas konstruksi dan keselamatan pekerja.
Direktur CV Claudia, Johanes Nahak Klau, mengungkapkan bahwa lonjakan harga BBM telah meningkatkan biaya operasional pekerjaan secara signifikan. Padahal, penggunaan alat berat dan kendaraan operasional menjadi kebutuhan utama dalam pelaksanaan proyek jalan dan penanganan longsoran.
“Untuk BBM sangat berat bagi kami. Harganya melonjak tinggi dan sampai saat ini belum ada solusi. Kami tetap bekerja dengan membeli BBM dengan harga yang tinggi,” kata Johanes
Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa karena lokasi proyek berada di kawasan perbatasan yang memiliki tantangan logistik tersendiri. Kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengoperasian alat berat, tetapi juga pada biaya mobilisasi material dan distribusi kebutuhan proyek.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













