Saat ini progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 20 hingga 30 persen. Namun, meningkatnya biaya operasional menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kontraktor dapat mempertahankan target pekerjaan tanpa adanya penyesuaian atau dukungan kebijakan dari pemerintah.
Persoalan BBM merupakan salah satu faktor yang sering luput dari perhatian dalam pelaksanaan proyek konstruksi di daerah terpencil. Ketika harga BBM naik, kontraktor dihadapkan pada dilema antara menjaga kualitas pekerjaan, memenuhi target waktu, atau menanggung tambahan biaya yang tidak sedikit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena proyek penanganan longsoran Henes–Motamasin merupakan infrastruktur vital yang mendukung konektivitas masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste. Jika tekanan biaya terus meningkat tanpa adanya solusi, bukan tidak mungkin akan berdampak pada percepatan pekerjaan maupun efisiensi pelaksanaan proyek di lapangan.
Pekerjaan penanganan longsoran sendiri direncanakan berlangsung selama 270 hari kalender. Karena itu, pemerintah dan pihak terkait dinilai perlu memastikan adanya langkah antisipatif agar kenaikan biaya operasional, khususnya akibat harga BBM, tidak menghambat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













