Kupang,Timorsavana.com || Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri acara Halal Bihalal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang di Aula Zam-Zam Asrama Haji, Sabtu (18/4).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS., Sekretaris Umum MUI Provinsi NTT, Husen Anwar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, H. Alimudin, perwakilan Kapolresta Kupang, Kota AKP Daeng Jumadi, S.H., Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Antonius Nggaa Rua. Hadir pula penceramah Ustaz Muhamad Qodrih, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk refleksi diri, memperbaiki hubungan, serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menekankan bahwa inti dari Halal Bihalal adalah keberanian untuk mengakui kesalahan dan memberi maaf dengan tulus. Menurutnya, sikap tersebut merupakan wujud kekuatan karakter, bukan kelemahan. “Berani mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kekuatan. Dari situlah kita bisa membangun hubungan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengutip pepatah Latin “Fortis Fortuna Adiuvat” yang berarti keberuntungan berpihak pada mereka yang berani. Ia menjelaskan bahwa keberanian yang dimaksud tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam mengakui kekeliruan dan memperbaiki diri. “Ketika kita berani mengakui kesalahan dan saling memaafkan, sesungguhnya kita sedang membuka jalan bagi kebaikan dan keberuntungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menggambarkan Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dilihat sebagai kekuatan yang menyatukan, bukan sebagai pemisah. “Keberagaman di Kota Kupang bukan menjadi jarak, tetapi menjadi keluarga. Inilah kekuatan kita yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni sosial dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan. Ia menilai, kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas hubungan antarwarganya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













