Timorsavana. Com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi telah menandatangani persetujuan atas hasil penawaran dan negosiasi harga saham serta rasio price to book value (PBV) dalam kerja sama pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank NTT dan Bank Jatim, Senin (30/6).
Penandatanganan tersebut menandai salah satu tahapan krusial dari proses panjang yang telah ditempuh kedua belah pihak dalam upaya memenuhi Modal Inti Minimum (MIM) Rp3 triliun sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebutuhan MIM menjadi syarat utama agar bank daerah tetap kompetitif dan tidak terdegradasi statusnya dalam peta perbankan nasional.
Dalam prosesnya, Gubernur Melki tidak hanya berperan sebagai kepala daerah, tetapi juga menjadi aktor utama di balik layar. Ia memimpin langsung koordinasi antara manajemen Bank NTT dan para pemegang saham pengendali, memastikan proses negosiasi berjalan lancar hingga akhirnya mencapai kesepakatan.
“Ini bukan sekadar transaksi bisnis, ini adalah kerja politik pembangunan,” ujar Gubernur Melki Laka Lena usai menerima laporan akhir penandatanganan kesepakatan.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menegaskan bahwa langkah strategis ini bukan semata menyelamatkan posisi modal Bank NTT, melainkan membuka jalan kerja sama ekonomi antar daerah. Kolaborasi dengan Bank Jatim diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkuat hilirisasi produk lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.
“Arah Bank NTT ke depan akan lebih tajam pada pembiayaan sektor produktif, terutama UMKM, pertanian, dan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” tambahnya.
Kesepakatan kerja sama ini juga diproyeksikan memperkuat program-program unggulan Bank NTT seperti One Village One Product (OVOP)dan gerakan “Beli NTT”yang mendorong produksi dan konsumsi barang lokal melalui platform distribusi seperti NTT Mart yang tersebar di seluruh wilayah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













