Kupang, TIMOR SAVANA.COM – Porta Sapiens kembali menegaskan komitmennya dalam dunia literasi dengan melantik Kezya Marlisa Snae sebagai pemimpin baru. Organisasi ini, sejak kediriannya fokus membantu anak-anak dengan kesulitan literasi, kini bersiap membawa perubahan yang lebih besar, terutama bagi mereka yang tinggal di bekas pabrik di Noelbaki.
Dalam program utamanya, Porta Sapiens memberikan perhatian kepada anak-anak yang tinggal di bekas pabrik dengan menyediakan lahan kosong sebagai tempat belajar. Kegiatan mereka mencakup pembelajaran literasi yang ditutup dengan sesi menyanyi atau ice breaking untuk menjaga semangat anak-anak.
Kezya menegaskan bahwa tantangan di awal adalah mendapatkan dukungan dari para orang tua. Namun, ia optimis bahwa ke depan, Porta Sapiens dapat membantu lebih banyak anak. “Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri. Jika ingin hidup lebih berkualitas, kita harus mencari tahu apa yang belum kita ketahui di dunia ini,” ujarnya. Dalam waktu dekat, pengurus baru akan menyusun agenda kerja untuk satu tahun ke depan, termasuk realisasi program pentas seni yang tertunda dari kepengurusan sebelumnya.
Mantan Ketua Porta Sapiens, Reynard Koenunu, berbagi refleksi mengenai perjalanan organisasi ini. Ia menuturkan bahwa sejak awal, ia telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung program literasi. “Kami mengajak mereka yang berkomitmen untuk mengubah kondisi ini agar berkolaborasi. Hasilnya, kami menerima sumbangan berupa buku, dana, serta perpustakaan keliling di Noelbaki yang kini menjadi sarana utama bagi anak-anak,” jelasnya.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah pola pikir masyarakat yang awalnya mengira Porta Sapiens memberikan bantuan uang. “Kami sampaikan bahwa uang bisa habis, tetapi pendidikan jauh lebih berharga. Dengan literasi, mata rantai iliterasi bisa diputus, dan anak-anak ini punya masa depan yang lebih cerah,” tambah Reinard.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













