“Jujur saya sangat terharu dengan antusiasme para pendidik di NTT ini, di TTS khususnya. Salam dari manajemen BCA, kami sangat bangga sekali melihat apa yang sudah kita lakukan bersama,” ungkapnya.
Krisbiakto menjelaskan bahwa Festival STEM merupakan bentuk dukungan nyata BCA terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. “BCA percaya pendidikan adalah pondasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa. Kegiatan hari ini merupakan kolaborasi antara BCA dengan berbagai pihak dalam mendukung kemajuan pendidikan khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” jelasnya.
Ia juga merinci empat kegiatan utama dalam festival tersebut, antara lain gelar karya proyek siswa, seminar pengembangan sains dan karakter, presentasi hasil studi praktik guru, serta workshop interaktif dan literasi keuangan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya pembelajaran berbasis inkuiri dan penguatan karakter,” kata Krisbiakto yang membawahi pilar Bakti Pendidikan dari Bakti BCA.
Pihak BCA juga berharap agar kegiatan ini menjadi awal terbentuknya komunitas guru kolaboratif di TTS. “Kami meyakini bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal untuk terbentuknya komunitas guru yang kolaboratif dan meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan karakter,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTS, Musa Benu, SH, memberikan apresiasi tinggi kepada BCA atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di wilayahnya.
“Kalau mau hitung-hitungan bisnis, saya kira BCA pasti tidak hadir ke sini. Tetapi ini perhatian yang luar biasa yang diberikan BCA untuk kita di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujar Musa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. “Kita masih punya waktu 20 tahun untuk menyiapkan anak-anak kita agar tampil sebagai generasi berkualitas yang mampu bersaing,” tegasnya.
Musa juga mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari rendahnya rapor pendidikan hingga akreditasi sekolah yang belum maksimal. “Kalau kita lihat laporan pendidikan, Kabupaten TTS masih di zona merah. Ini menjadi tantangan kita semua,” jelasnya.
Ia menutup sambutannya dengan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak. “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan luar biasa untuk BCA yang sudah membantu kami memberikan berbagai ilmu terutama terkait STEM ini,” pungkasnya.
Kegiatan Festival STEM 2025 ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten TTS melalui kolaborasi lintas sektor, berbasis sains, karakter, dan kepedulian sosial.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













