Mewakili petani kelor, Gestisino mengungkapkan harapan besarnya seiring terbukanya peluang ekspor. Prioritas utama, menurutnya, adalah keinginan program dan dampak kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh petani.
“Masalah kami selama ini adalah dorongan menanam tanpa kejelasan pasar. Kini, dengan adanya perusahaan penyerap hasil panen, harapan itu tumbuh. Tapi ini harus lebih dari sekadar acara. Dukungan nyata dari hulu ke hilir—perawatan, panen, dan pembeli pasti sangat kami butuhkan,” paparnya.
Gestisino juga berharap media ikut mengawal kenyataan di lapangan, “Liput juga kondisi sesungguhnya, jangan hanya euforianya, agar kebijakan ini benar-benar sampai manfaatnya bagi petani di desa,” tutupnya.
Sementara Senior Products Manager La Moringa , Andre Hartanto, mengatakan Acara pelepasan ekspor produk Lamoringa yaitu teh kelor dan biskuit kelor ke negara-negara Timur Tengah Australia dan juga Singapura ini menjadi bukti konkrit bahwa UMKM NTT bisa bersaing di dunia
” asal dengan tekad ketekunan dan inovasi produk yang berkelanjutan serta dukungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta stakeholder terkait dalam hal ini Bank Indonesia tentu mendukung keberlanjutan dan juga inovatif daripada entrepreneur entrepreneur di NTT” Ungkap Andre
Langkah strategis ini diharapkan menjadi pijakan awal menuju keberhasilan berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat daya saing UMKM di kancah internasional.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












