Menurutnya, modernisasi dan digitalisasi perbankan harus berjalan seiring dengan penguatan integritas dan manajemen risiko.
“BPD NTT harus semakin modern, semakin digital, semakin inklusif, dan semakin dipercaya masyarakat. Tetapi inovasi harus berjalan bersama kepatuhan, ekspansi harus berjalan bersama manajemen risiko, dan pertumbuhan harus berjalan bersama integritas,” katanya.
Selain melantik Direktur Kepatuhan Bank NTT, Gubernur NTT juga melantik jajaran direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT, yakni PT Flobamor Perseroda dan PT Kawasan Industri Bolok (KI Bolok) Perseroda.
Adapun pejabat yang dilantik antara lain Fredrik Lukas Benu dan Daniel Tonu sebagai Komisaris Independen PT Kawasan Industri Bolok, Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia sebagai Direktur Utama PT Kawasan Industri Bolok, serta sejumlah direksi dan komisaris PT Flobamor Perseroda.
Melki berharap pengalaman panjang Revi Silawati di Bank Jatim dapat memperkuat kinerja Bank NTT bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya.
“Saya yakin dengan pengalaman 30 tahun di Bank Jatim, Ibu Revi bersama seluruh jajaran direksi dan komisaris dapat membawa Bank NTT menjadi rumah bagi UMKM, nelayan, petani, ASN, koperasi, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Melki, BUMD memiliki peran penting dalam mengoptimalkan potensi ekonomi di NTT. Karena itu, ia berharap kolaborasi yang solid antara Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi vertikal dapat terus diperkuat.
Sementara itu, Revi Adiana Silawati menyatakan siap mengawal rencana bisnis Bank NTT, baik dari sisi funding maupun lending, dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.
“Sehingga Bank NTT bisa bertumbuh sesuai misinya, menjadi bank yang sehat, kuat, dan terpercaya dengan memperhatikan rambu-rambu regulasi yang ada,” ungkapnya kepada wartawan usai pelantikan*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













