Dorong Kredit Produktif Rp 350 Miliar
Selain transformasi kelembagaan, Bank NTT juga memperkuat komitmen penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun ini, total alokasi mencapai Rp 350 miliar, dengan rincian:-Rp 50 miliar untuk pekerja migran
-Rp 300 miliar untuk sektor usaha produktif lainnya
Charlie mengingatkan pentingnya pemanfaatan kredit secara bijak.
“Kredit harus digunakan untuk usaha, bukan konsumsi. Ini penting untuk mencegah kredit macet,” katanya.
Antisipasi Risiko Ekonomi Masyarakat
Ia juga menyoroti perlunya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi debitur yang terdampak penurunan pendapatan.
“Ini bukan hanya soal kredit bermasalah, tetapi juga soal keberlangsungan hidup masyarakat. Perlu solusi bersama, termasuk pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Terkait kinerja keuangan, Bank NTT mencatat penurunan laba pada tahun lalu akibat meningkatnya kredit bermasalah. Meski demikian, bank tetap membukukan keuntungan.
“Yang terpenting, kami masih mencatat laba, walaupun tidak sebesar tahun sebelumnya,” kata Charlie.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












