“Ini kasian merugikan masyarakat maka kami berinisiatif bersama umat paroki memperbaiki titik-titik jalan yang rusak dan berharap ‘kedepannya’ ada pembangunan yang sifatnya bertahap dan berkelanjutan dari Pemda TTU untuk memperhatikan infrastruktur jalan bagi masyarakat pedalaman seperti wilayah kami demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama ini kami hanya ‘dapat’ janji untuk perbaiki jalan ini setiap menjelang Pemilihan Umum, tetapi setelah selesai pun tidak ada realisasi. Mohon pemerintah perhatikan jalan kami ini juga, ” Ungkap Romo Flavi.
Sementara itu di lain pihak salah satu umat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengaku kesal atas sikap pemerintah baik Pemerintah Desa Jak maupun Pemda TTU yang minim perhatian akan kondisi jalan tersebut. Ia berharap pemerintah daerah dan desa segera hadir dengan solusi konkret dalam menangani persoalan ini
Untuk diketahui sejumlah titik rawan sepanjang jalan penghubung kedua desa tersebut saat ini tengah diperbaiki secara mandiri oleh umat Paroki Santo Arnoldus Janssen Jak. Titik rawan tersebut diantaranya yakni tanjakan depan SMP Neon’o sepanjang 5 meter, tanjakan depan Kantor Desa Jak sepanjang 7 meter, ruas jalan rusak berlubang depan pasar Faelubu sepanjang 4 meter, areal jalan depan Paud Melati Tun’noe sepanjang 4 meter dan ruas jalan rusak berlubang depan Balai Usaha Bineno, sekiar 1,5 meter***(Sgp)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













