Paskah 2025, Jemaat Getsemani Babau, Teater Jalan Salib, Abraham Saebesi, Drama Kolosal Gereja, Pementasan Paskah, Kegiatan Gerejawi, Bengkel Drama dan Film
Timor Savana.Com, Babau — Ketika gereja bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berekspresi dan refleksi iman, maka Paskah tak lagi sekadar perayaan liturgis. Jemaat Getsemani Babau memilih jalan berbeda: menghadirkan kembali kisah penebusan lewat sebuah teater kolosal jalan salib yang melibatkan semua unsur jemaat, dari anak-anak hingga orang tua. Bagi mereka, ini bukan sekadar drama, melainkan pewartaan visual tentang keselamatan yang hidup dan menyentuh.
Pementasan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Paskah yang diprakarsai oleh panitia hari raya gerejawi, dengan kolaborasi kreatif bersama komunitas Bengkel Drama dan Film dari Kabupaten Kupang. Sutradara pertunjukan, Abraham Saebesi atau Om Aba, menjelaskan bahwa jalan salib ini dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai pengalaman spiritual bersama.
“Cerita yang kami angkat dimulai dari kejatuhan manusia dalam dosa, lalu dilanjutkan dengan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, hingga ke kisah penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Kami ingin membangun benang merah tentang karya keselamatan,” ujar Om Aba.
Rangkaian latihan sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Latihan kotor akan digelar pada 13 April, diikuti gladi bersih pada 16 April. Pementasan puncaknya akan dilakukan pada 19 April 2025, menjelang sore hari, dengan latar empat wilayah pelayanan di Jemaat Getsemani Babau.
“Prosesi ini akan melibatkan semua unsur jemaat—PAR, pemuda, kaum ibu, hingga kaum bapak. Semua bergerak bersama, tidak hanya sebagai pemain tapi juga sebagai pendukung produksi. Ini jadi pesta iman bersama,” ungkapnya.
Dalam pementasan ini, gereja juga merangkul berbagai bentuk seni pertunjukan: teater, tari, pantomim, hingga musik. Kombinasi artistik ini dipilih untuk menyampaikan pesan Paskah secara lebih menyentuh, terlebih kepada generasi muda yang terlibat langsung dalam produksi.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sehat antar wilayah. “Kami juga akan menilai dekorasi dan salib dari empat wilayah dalam jemaat,” tambah Om Aba. Penilaian ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat partisipatif jemaat yang tinggi dalam menyambut kebangkitan Kristus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













