Namun, ia memastikan tidak ada hambatan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk pada pekerjaan bore pile dan struktur beton bertulang yang hingga kini berjalan lancar.
Lebih lanjut, Obet menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat potensi penambahan titik longsor baru maupun tambahan anggaran di luar kontrak yang telah ditetapkan.
“Semua masih sesuai dengan perencanaan awal, baik dari sisi teknis maupun anggaran,” tegasnya.

Dengan capaian yang ada, pihaknya optimistis target penyelesaian proyek pada Desember 2026 masih realistis untuk dicapai.
Ke depan, Obet berharap adanya dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur di Pulau Timor.
“Diperlukan sinergi antara perencanaan yang presisi dari pusat dan eksekusi teknis yang disiplin di lapangan, agar pembangunan infrastruktur di wilayah timur benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













