Momentum peluncuran buku ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi bahan refleksi, tetapi juga ruang pembelajaran bersama dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi kepada para penulis, akademisi, generasi muda, serta tim editor yang telah berkontribusi dalam menghadirkan karya reflektif tersebut.
Sementara itu, editor buku “Asa dan Rasa” Dr. Rudi Rohi yang merupakan Staf pengajar Prodi Politik ,Fisip Undana dalam ulasannya menyampaikan bahwa buku tersebut memuat refleksi atas janji-janji politik kepemimpinan Melki–Jhoni yang mulai diimplementasikan dalam satu tahun pertama pemerintahan.
Refleksi yang dihimpun dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa arah pembangunan NTT dinilai mulai berada pada jalur yang tepat, meskipun masih menghadapi tantangan yang cukup kompleks.
Selain itu, buku ini juga mengulas capaian program quick wins serta implementasi Tujuh Pilar Pembangunan yang dijalankan secara populer, namun tetap berbasis pada kondisi empiris di lapangan.
Lebih jauh, buku ini tidak hanya membaca perjalanan awal pemerintahan, tetapi juga merekam bagaimana kebijakan dirasakan, dimaknai, dan direspons oleh masyarakat.
Diharapkan masyarakat dapat melihat secara utuh arah dan semangat kepemimpinan yang telah di jalankan sekaligus menjadi penguat komitmen bersama untuk terus membangun NTT yang tidak meninggalkan siapapun, bertumbuh bersama NTT yang sehat , cerdas dan sejahtera karena dibangun oleh dan untuk seluruh warganya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













