Nono dan Mimpi Besarnya: Dari Desa Buraen Menuju Dunia

Reporter : Jack
  • Bagikan
20240916 161809
Nono Bersama Orang Tua serta Saudara

Di sebuah desa kecil di Kabupaten Kupang, seorang anak bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay , atau akrab dipanggil Nono, menyimpan mimpi yang luar biasa besar. Lahir dan dibesarkan di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, kehidupan Nono penuh dengan kesederhanaan. Namun, di balik itu semua, ada impian yang sedang ia bangun, satu persatu, langkah demi langkah.

Pada usia yang baru menginjak sembilan tahun, Nono sudah mulai dikenal sebagai bocah yang tak biasa. Prestasinya di bidang matematika melampaui anak-anak seusianya. Namun, Nono tidak hanya bermimpi untuk unggul dalam matematika. Lebih dari itu, ia ingin membawa bakatnya ke panggung dunia, bersaing dengan anak-anak dari berbagai negara, dan menjadi yang terbaik.

Dalam perjalanan mewujudkan mimpinya, dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk dari mantan Kapolda NTT, Irjenpol Johni Asadoma. Pada 31 Januari 2023, dalam kunjungannya ke rumah Nono, Irjenpol Johni memberikan hadiah berupa sepeda, tablet, serta satu set meja dan kursi belajar. Hadiah paling berharga yang ia terima adalah tablet yang kini menjadi alat utama baginya untuk mengejar impiannya. Lewat tablet itu, Nono terus belajar, mengikuti les, mengerjakan soal-soal matematika, dan berkomunikasi dengan tutornya.

Matematika adalah salah satu kunci mimpinya, namun Nono tahu bahwa ada satu hal penting lainnya yang ia butuhkan: kemampuan berbahasa Inggris. Di tengah kesibukannya mengikuti kompetisi matematika internasional, Abacus Brain Gym, Nono juga tak pernah absen dari les bahasa Inggris dasar yang ia ikuti. Dengan semangat yang sama seperti ketika mengerjakan soal matematika, Nono tekun belajar bahasa asing ini karena ia tahu, dengan bahasa Inggris, dunia akan lebih dekat dengannya.

Baca Juga :  WALHI NTT Tolak Perubahan Status Cagar Alam Mutis, Duga Ada Kepentingan Korporat

Ketika ditanya tentang alasannya belajar bahasa Inggris, Nono dengan polos dan percaya diri menjawab, “Agar bisa berbicara dengan teman-teman dari negara lain.” Dalam sebuah kesempatan, dia memperkenalkan dirinya dalam bahasa Inggris sederhana: “Hello, my name is Nono. I came from Kupang. I live in Buraen. I am nine years old. Thank you.” Meskipun sederhana, kalimat ini adalah langkah awal yang menggambarkan keinginannya untuk lebih jauh lagi menjelajahi dunia di luar Buraen.

Sumber: Kabupaten Kupang
  • Bagikan