Bagi Nono, dunia luar bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang kesempatan untuk berkomunikasi, bertukar pikiran, dan belajar dari orang lain. Lewat matematika dan bahasa Inggris, ia sedang membuka pintu menuju impian besar yang dia bayangkan, bahwa suatu hari nanti, dia tidak hanya akan bersaing, tetapi juga menang di panggung internasional.
Meski mimpinya besar, Nono tetaplah seorang anak. Ia masih bermain dengan teman-teman seusianya di sela-sela belajar dan kompetisi. Tapi setiap kali ia kembali ke meja belajarnya, ia mengingat tujuannya. Nono tahu bahwa untuk menggapai mimpinya, diperlukan kerja keras, dedikasi, dan tekad yang kuat. Dukungan yang ia terima, baik dari keluarga maupun orang-orang seperti Irjenpol Johni, memberinya semangat untuk terus maju.
Ketika banyak pihak meragukan adanya potensi gangguan mental pada Nono, ibunya menjelaskan serangkaian rutinitas anak kesayangannya. Saat dikonfirmasi dirinya menyebut sang anak sedang dalam keadaaan baik-baik saja dan sedang mengikuti kompetisi sembari les Bahasa inggris. “banyak orang memang ragu kalua Nono akan alami tekanan maupun gangguan mental, tapi sebagai seorang ibu sekaligus tutor, saya paham benar kondisi anak saya. Dia sedang baik-baik saja”.(Jack)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













