Politisi PDI Perjuangan asal TTS itu juga mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran utama dalam mencegah lahirnya berbagai bentuk kekerasan. Apabila lingkungan keluarga gagal memberikan perlindungan, maka risiko kekerasan di luar rumah akan semakin besar.
Ia mengatakan kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci penting untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain penegakan hukum terhadap para pelaku, Emelia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya saling menjaga dan melindungi kelompok rentan.
“Mari kita jaga perempuan dan anak-anak. Kita semua ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Emelia juga mengkritik sikap sebagian masyarakat yang lebih mudah menghakimi atau menilai orang lain dibandingkan membangun kepedulian terhadap keselamatan sesama.
“Kadang kita pandai melihat dan menilai orang lain, tetapi kita tidak pandai menjaga. Yang harus kita bangun adalah bagaimana rumah menjadi tempat aman bagi perempuan dan anak-anak,” katanya.
Pernyataan itu muncul di tengah masih tingginya perhatian publik terhadap berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai kasus yang mencuat menunjukkan pentingnya penguatan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mencegah kekerasan sejak dari lingkungan terdekat.
Emi berharap seluruh komponen masyarakat tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan persoalan tersebut, tetapi juga membangun budaya saling peduli agar perempuan dan anak dapat hidup dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













