Topik : 

Inche Sayuna: Air Mata di Tanah Sendiri

Reporter : Mesron Nome
  • Bagikan
IMG 20250326 WA0143 scaled 1

SOE – Wajahnya tegar, namun mata itu tak bisa menyembunyikan kesedihan. Inche Sayuna, putri asli Timor Tengah Selatan (TTS), berdiri di tengah kepiluan yang menyelimuti para penyintas bencana longsor di Kuatae dan Kampung Sabu. Di GOR Nekmese Soe, ratusan keluarga hidup dalam keterbatasan, tidur beralas tikar, berselimut udara malam yang dingin.

Saat bertemu para tenaga kesehatan di posko, senyum Ma Inche – begitu ia disapa – tetap merekah. Namun, ada sesuatu yang tertahan di baliknya. Ia tidak sekadar datang, melihat, lalu pergi. Ia memastikan setiap stok obat tersedia, menanyakan kelengkapan medis, bahkan merekomendasikan penambahan dokter. Mata para nakes berkaca-kaca. “Akan ada dua dokter tambahan,” kata seorang tenaga medis dengan suara bergetar.

Tidak mudah bagi Inche Sayuna untuk menyaksikan kenyataan ini. Sebagai anggotaDPRD Provinsi NTT, ia mungkin terbiasa menghadapi situasi sulit. Namun, ini bukan sekadar bencana di daerah lain. Ini kampung halamannya. Ini rumahnya.

Mungkin itu pula alasan mengapa bukan dirinya atau Emilia Nomleni yang memberikan sambutan resmi dan menyerahkan bantuan logistik. Bukan karena tidak mampu mengangkat beras atau tampil di depan kamera. Tapi karena hatinya berat melihat tanah kelahirannya terus menerus dihantam musibah. Besok, ia akan ke titik longsor di Sabun, wilayah selatan TTS.

Di tengah kepedihan, kehadirannya membawa pesan tak terucap: uisneno nokan kit . Bukan hanya kata-kata, tapi tindakan nyata. Di tanah yang berduka ini, ia berdiri, menangis, lalu berjuang. Sebab, meski duka melanda, harapan tak boleh padam.

  • Bagikan