BBWS NT II Bersama BPJN NTT Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG20251104152436

Sementara itu, Kepala BPJN NTT, Janto, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap seluruh peralatan dan posko yang tersebar di berbagai pulau di NTT.

“Kami sudah membagi wilayah menjadi beberapa zona, yakni Pulau Timor, Flores, Sumba, Lembata-Alor, serta Rote Ndao dan Sabu Raijua. Untuk Pulau Flores saat ini ada penanganan longsor di ruas jalan Wolowaru–Ende, dan posko beserta alat berat seperti ekskavator dan loader sudah disiagakan,” jelas Janto.

BPJN NTT juga telah menyiapkan enam posko bencana di titik-titik rawan longsor. Di Pulau Timor terdapat dua posko masing-masing di PPK 1.1 dan PPK 2.2, sementara di Pulau Flores posko ditempatkan di PPK 3.3 (Ruteng), PPK 4.1 (Nagekeo), PPK 4.2, dan PPK 4.5. Satu posko juga disiagakan di Pulau Sumba (PPK 1.3), serta masing-masing satu titik di wilayah Lembata-Alor dan Rote–Sabu Raijua.

Janto menambahkan, seluruh peralatan dan sumber daya telah disebarkan ke lokasi-lokasi rawan. Dana untuk penanganan darurat juga telah disiapkan oleh pemerintah pusat.

“Untuk pembersihan saluran dan longsor kecil, kami akan menggunakan dana swakelola. Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke posko terdekat jika menemukan longsoran atau kerusakan jalan,” tutupnya.

  • Bagikan