Ia mengusulkan agar RT diberi peran lebih besar dalam proses pemutakhiran data. “Kalau RT yang mendata, pasti lebih akurat karena RT tahu mana warga yang pindah atau sudah meninggal. Kalau begini terus, data akan terus amburadul,” tambah Tom.
Kesenjangan antara jumlah DPT dan pemilih yang hadir, serta berbagai persoalan administrasi lainnya, menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap sistem pendataan pemilih di Kelurahan Kelapa Lima. Masalah ini tidak hanya terjadi pada pemilihan kepala daerah kali ini, tetapi juga sudah dirasakan sejak pemilu legislatif sebelumnya.
Proses demokrasi yang optimal menurut Tom, membutuhkan data pemilih yang valid dan akurat. Oleh karena itu, KPU diharapkan dapat melibatkan perangkat RT dalam pemutakhiran data untuk pemilu mendatang agar permasalahan serupa tidak kembali terulang.
Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama TimorSavana.Com Dengan Timor Savana. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Timor Savana.Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













