Akademisi Joni Ninu menilai Dinas Pariwisata TTS tak becus kelola objek wisata Air Terjun Oehala. Ia sebut mereka bermental birokrat dan menyarankan pihak ketiga ambil alih.
Timor Savana.Com, Soe – Polemik di objek wisata Air Terjun Oehala, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), memantik reaksi keras. Pemerhati sosial dan mantan Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Joni J.A. Ninu, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Pariwisata TTS. Ia menyebut para pejabatnya bukan pebisnis pariwisata, melainkan birokrat bermental miskin inovasi.
“Dari dulu, Kadis Pariwisata di TTS itu bukan orang bisnis. Mereka hanya tahu tanda tangan dan duduk di kantor ber-AC. Sementara tempat wisata dibiarkan seperti kandang ternak,” sentil Joni saat ditemui di kediamannya, Jumat (18/4).
Pernyataan ini muncul menyusul insiden penutupan akses Air Terjun Oehala oleh pemilik lahan, setelah muncul dugaan pungutan liar oleh oknum yang mengatasnamakan Dinas Pariwisata. Ironisnya, sementara uang ditarik dari pengunjung, fasilitas wisata seperti toilet dan jalur turun rusak parah dan nyaris tak terurus.
Joni menegaskan, semua objek wisata di TTS harus berbadan hukum dan legal. Jika tidak, kata dia, uang yang masuk ke kas daerah hanyalah remah dari praktik ilegal yang bisa menjadi bom waktu. “Sedikit saja dari pendapatan itu, bagilah ke pemilik lahan. Biar mereka juga bisa sekolahkan anak-anaknya,” tegasnya.
Ia juga menyebut penataan tempat wisata di TTS amburadul, tak layak disebut destinasi pariwisata. Menurutnya, lebih mirip kandang ternak daripada ruang publik berkelas. “Bandingkan saja dengan wisata BU atau AT. Jauh panggang dari api,” sindirnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













