Dinkes TTS buka suara soal penanganan Gustaf Nabuasa: ambulans terlambat, oksigen hampir habis di jalan, luka kepala hingga dugaan tekanan terhadap nakes.
Soe, TimorSavana.com || Detik-detik kritis almarhum Gustaf Nabuasa sebelum akhirnya meninggal dunia kini kembali dipertanyakan. Bukan hanya soal luka yang dialaminya, tetapi juga bagaimana korban ditangani setelah tiba di Puskesmas Panite hingga perjalanan menuju RSUD Soe. Keluarga menyoroti waktu tunggu ambulans, ketersediaan oksigen, hingga tindakan terhadap luka di kepala Gustaf.
Menurut keterangan keluarga, Gustaf bersama Charles Nabuasa sempat tiba di Puskesmas Panite dan masih mampu turun dari kendaraan serta berjalan masuk ke ruang pelayanan. Namun kondisi Gustaf kemudian memburuk. Saat Apner Nabuasa tiba dari Soe, Gustaf disebut sudah tidak sadar, tangan dan kakinya meronta-ronta, sementara darah masih mengalir dari bagian kepala.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan dari keluarga: mengapa Gustaf belum juga dirujuk ke RSUD Soe? Apner disebut mempertanyakan keterlambatan tersebut karena peristiwa telah terjadi sejak siang hari, sementara hingga menjelang malam Gustaf belum juga diberangkatkan ke rumah sakit rujukan.
Keluarga bahkan mengaku menawarkan kendaraan pribadi untuk membawa Gustaf ke RSUD Soe. Mereka disebut bersedia membawa korban bersama tenaga kesehatan karena melihat kondisi Gustaf semakin kritis. Namun permintaan itu, menurut keluarga, tidak disetujui dengan alasan rujukan menggunakan kendaraan pribadi tidak diperbolehkan berdasarkan SOP.
Ambulans akhirnya disebut baru tiba sekitar 1,5 jam kemudian. Gustaf pun diberangkatkan menuju RSUD Soe. Tetapi perjalanan yang seharusnya menjadi proses penyelamatan justru kembali diwarnai persoalan.
Di wilayah Boentuka, oksigen yang digunakan Gustaf disebut hampir habis. Ambulans kemudian harus menuju Puskesmas Siso untuk mendapatkan tambahan oksigen. Artinya, pasien yang sedang dalam kondisi kritis harus dibawa keluar dari jalur menuju rumah sakit rujukan demi mencari pasokan oksigen.
Mengapa oksigen hampir habis di tengah perjalanan? Pertanyaan ini menjadi salah satu sorotan utama keluarga. Sebab, sebelum ambulans membawa pasien dalam kondisi gawat menuju rumah sakit rujukan, kesiapan oksigen semestinya menjadi bagian yang diperhitungkan sejak awal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dr. R.A. Karolina Tahun, kemudian memberikan klarifikasi tertulis kepada TimorSavana.com. Klarifikasi itu disusun berdasarkan hasil pemeriksaan atau BAP terhadap lima tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Gustaf di Puskesmas Panite.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













