Kupang,timorsavana.com – Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Brigjen Iman Budiman di Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, progres fisik proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp5,57 miliar tersebut telah mendekati 50 persen dan ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak yang ditetapkan.
Proyek yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) itu dikerjakan oleh CV Tiga Putra Agung sebagai kontraktor pelaksana dengan pengawasan dari PT Dwipa Mitra Konsultan. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 150 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Direktur CV Tiga Putra Agung, Lambertus Lay, mengatakan pihaknya optimistis dapat menyelesaikan pekerjaan lebih awal dari target kontrak.
“Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mendekati 50 persen. Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan dalam kontrak. Paling tidak pada akhir Agustus nanti kami sudah dapat melakukan penyerahan pekerjaan pertama,” ujarnya.
Menurut Lambertus, saat ini pekerjaan memasuki tahap pengecoran jalan menggunakan material beton siap pakai (ready mix). Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah pekerja untuk memastikan pemerataan material dan kualitas hasil pengecoran.
Ia menjelaskan, sebelum pengecoran dilakukan, area pekerjaan terlebih dahulu dibersihkan dan dilapisi plastik sebagai alas untuk mencegah penyerapan semen ke tanah. Langkah tersebut dilakukan agar komposisi campuran beton tetap sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar agar menghasilkan kualitas konstruksi yang baik dan memiliki daya tahan yang maksimal,” katanya.
Namun demikian, Lambertus mengakui bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turut berdampak terhadap pelaksanaan proyek, terutama pada kenaikan harga material konstruksi.
“Saat kami menyusun penawaran, harga besi masih berada di kisaran Rp13.000 per kilogram. Sekarang sudah naik menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram. Selain itu harga semen juga mengalami kenaikan. Kondisi ini tentu menjadi konsekuensi yang harus kami hadapi dalam pelaksanaan pekerjaan,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













