Selain menyasar mahasiswa, kemitraan ini juga menyediakan ruang bagi penguatan kapasitas tenaga pengajar melalui skema _Training of Trainer_ (ToT). Program ini memungkinkan para dosen untuk memperbarui pemahaman mereka mengenai tren teknologi terkini langsung dari pakar industri, sehingga kurikulum pembelajaran di kampus tetap relevan dengan standar profesional global.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Sains dan Teknik (FST), Prof. Dr. Dra. Maria Agustina Kleden, M.Sc., memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa setiap kerja sama harus berdampak nyata pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
“Fakultas mendorong agar setiap peluang pengembangan kompetensi digital segera dioptimalkan. Kerja sama ini harus memberikan dampak positif yang terukur, baik pada kualitas lulusan maupun kualitas kurikulum kita,” tegas Prof. Maria.
Menanggapi isu pembiayaan, pihak Celerates berkomitmen memberikan subsidi khusus bagi mahasiswa Undana yang mengikuti program mandiri ini agar tidak memberatkan secara finansial. Komitmen ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kemitraan institusi dalam mencetak talenta digital dari wilayah Indonesia Timur.
Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis untuk menyusun draf Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jika seluruh proses administrasi rampung tepat waktu, program penguatan kompetensi digital ini ditargetkan mulai berjalan pada semester mendatang, sekaligus mempertegas posisi Undana sebagai institusi yang adaptif terhadap dinamika transformasi digital nasional.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













