Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menyoroti krusialnya penguasaan teknologi dan hilirisasi riset guna mendukung industrialisasi nasional. Ia memperingatkan agar inovasi riset berjalan lebih cepat agar hasil industrialisasi tidak tertinggal oleh kemajuan zaman.
“Penting bagi kita untuk terus berinovasi melalui riset. Jangan sampai saat pabrik atau industri siap beroperasi, teknologi yang digunakan justru sudah usang,” ungkap Prof. Arif Satria.
Dalam forum tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr.drh. Annytha I R Detha, M.Si juga dipercaya menjadi moderator dalam sesi diskusi lintas sektor. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem inovasi di NTT yang dapat mengakomodasi hasil riset kampus untuk diterapkan langsung pada industri lokal.
Keterlibatan aktif Undana diharapkan membuahkan langkah nyata, khususnya dalam pengabdian masyarakat yang menyasar langsung pada perbaikan kualitas hidup warga NTT. Dengan mendorong riset yang diaplikasikan di lapangan, Undana berkomitmen menjadi solusi konkret dalam menekan angka stunting serta meningkatkan indeks kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













