Optimalisasi potensi daerah sebagai game changer pertumbuhan ekonomi NTT. Selain integrasi sektor pertanian hulu ke hilir, Ekonomi Hijau memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan lebih lanjut di NTT. Pulau Flores yang kaya akan potensi panas bumi dapat dikembangkan menjadi Ring of the Renewable Energy Supply. Pulau Timor dengan biomassa yang melimpah sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Biomass Island. Sementara, keindahan Pulau Sumba yang ikonis dapat ditonjolkan dengan konsep Sumba Iconic Island. Di sisi lain, potensi Ekonomi Biru juga tidak kalah besarnya di NTT. Arus laut di Larantuka diprediksi dapat menghasilkan 18 GW listrik yang rendah emisi karbon. Pemanfaatan lahan garam yang masih terbatas 5% dari total potensi 57.160 Ha diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan impor garam Indonesia.
Bank Indonesia berkomitmen untuk turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi NTT. Selain menjaga stabilitas ekonomi dengan kebijakan pro-stability, kebijakan pro-growth turut ditempuh Bank Indonesia. Pengembangan UMKM sebagai penopang perekonomian dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelompok subsisten, mendorong akses pasar dan pembiayaan, penguatan sertifikasi usaha dan digitalisasi. Penguatan peran Bank Indonesia dalam mendorong produktivitas dilaksanakan melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) diterapkan secara terintegrasi dengan program unggulan GNPIP, seperti perluasan penerapan good agricultural practices hingga hilirisasi produk pertanian.
Melalui strategi yang tepat dan implementasi berbagai program pengembangan dengan sinergi yang erat bersama berbagai pemangku kepentingan, niscaya pertumbuhan ekonomi NTT mampu tumbuh pesat menuju NTT yang maju, sejahtera, dan melampauinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












