Wali Kota memaknai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan 40 unit komputer dan pelatihan AI, tetapi sebagai bentuk investasi terhadap manusia. Menurutnya, pembangunan Kota Kupang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia.
“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya. Karena itu, membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusianya,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota kembali menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun Kota Kupang. “Coming together is a beginning, staying together is progress, working together is success,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM., menegaskan komitmen Telkom untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga pada berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, sebagai BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi, Telkom memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi melalui berbagai pilar, termasuk pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi. Melalui program tersebut, Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa komputer kepada 40 sekolah sekaligus menyelenggarakan pelatihan AI bagi tenaga pendidik.
Nugroho berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek satu kali, tetapi memiliki strategi keberlanjutan dan pengembangan ke depan. Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, kreatif dan siap menghadapi masa depan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan.
Lebih lanjut, Nugroho menyampaikan bahwa tantangan pendidikan ke depan bukan hanya terkait penyediaan perangkat keras, tetapi juga penguatan literasi digital dan konektivitas. Ia berharap dukungan Telkom dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem digital di Kota Kupang serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi AI.
“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami dari Telkom Indonesia siap terus berkontribusi dan bersinergi, tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













