Menteri Pekerjaan Umum juga menekankan pentingnya kehadiran negara ketika masyarakat menghadapi bencana.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan kondisi Nusa Tenggara Timur yang baru saja mengalami gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
“Ketika bencana datang, rakyat tidak membutuhkan penjelasan panjang. Mereka membutuhkan negara hadir dan bekerja,” tegasnya.
Kementerian Pekerjaan Umum, lanjutnya, harus mampu membuka kembali akses jalan yang terputus, memulihkan layanan air, membantu memperbaiki fasilitas pendidikan, serta mendukung masyarakat dalam memulihkan kehidupan setelah bencana.
Tekankan Efisiensi dan Integritas
Selain pembangunan infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum juga menekankan pentingnya integritas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara.
Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara disiplin, transparan, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran.
“Kita wajib menekan angka Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) nasional ke bawah angka 6. Setiap rupiah yang dianggarkan dalam APBN harus dikelola dengan disiplin ketat, transparan, dan bebas dari kebocoran anggaran,” tegasnya.
Menurutnya, tidak boleh ada proyek yang memiliki anggaran besar tetapi minim manfaat bagi masyarakat. Perencanaan harus dilakukan secara tepat, belanja harus efisien dan terukur, sementara aset yang telah selesai dibangun wajib dipastikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Yang kita cari bukan proyek yang paling besar, tetapi manfaat yang paling besar bagi rakyat,” katanya.
Menteri juga mengingatkan seluruh ASN dan insan Pekerjaan Umum agar menjaga uang rakyat, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta berani menolak segala bentuk penyimpangan.
Birokrasi, menurutnya, harus menjadi bagian dari solusi dan tidak boleh justru menambah persoalan bagi masyarakat.
Di bidang pelayanan dasar, pembangunan sanitasi, penyediaan akses air minum layak, serta pengentasan kawasan kumuh juga harus terus didorong secara inklusif hingga ke pelosok desa.
Menteri Pekerjaan Umum mengajak seluruh insan Pekerjaan Umum untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, integritas, efisiensi, serta kesetiaan terhadap kepentingan rakyat.
“Setiap rupiah pembangunan harus menghasilkan manfaat. Perencanaan harus tepat dan aset yang selesai dibangun harus benar-benar dimanfaatkan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













