Kupang,TS || PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) merupakan perusahaan jasa konstruksi dan pembangunan yang berbasis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, perusahaan yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga, Kabupaten Ende ini berhasil mencatatkan reputasi yang baik serta menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat.
Direktur Utama PT BCTC, Artur Suryadarma, ST, MT, merupakan sosok pengusaha muda yang merintis perusahaan tersebut dari nol dengan fokus awal pada pembangunan infrastruktur pelayanan kesehatan dan gedung pendidikan yang berkualitas. Seiring waktu, Artur berhasil mengembangkan PT BCTC menjadi salah satu kontraktor besar di bidang infrastruktur jalan.
Di bawah kepemimpinannya, PT BCTC terus berinovasi dengan mengedepankan penggunaan peralatan modern serta material bermutu dalam setiap proyek konstruksi jalan. Sejak didirikan, perusahaan ini konsisten memperoleh kepercayaan untuk mengerjakan berbagai proyek pembangunan, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan yang bersumber dari APBD I, APBD II, maupun anggaran pemerintah lainnya.
Kepercayaan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT serta pemerintah kabupaten tidak terlepas dari rekam jejak PT BCTC yang dinilai profesional dan akuntabel. Artur menegaskan bahwa setiap proyek harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik, tepat waktu, efisien, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Salah satu kekuatan utama PT BCTC adalah kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Perusahaan ini memiliki berbagai peralatan berat seperti excavator, loader, vibro, dan kendaraan angkut material. Selain itu, PT BCTC juga telah memiliki Asphalt Mixing Plant (AMP) yang dinilai sangat vital dalam pekerjaan konstruksi jalan. Artur mengibaratkan kepemilikan AMP seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara, karena menjadi penentu mutu, ketepatan waktu, dan kualitas pekerjaan.
Dalam operasionalnya, PT BCTC juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga subkontrak. Langkah ini tidak hanya mempermudah pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Pantauan media di lokasi AMP Podenura, Kecamatan Nangaroro, menunjukkan sebagian besar tenaga operasional merupakan warga setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













