Proyek Strategis Inpres 2/2025, 80 Jaringan Irigasi di NTT Direhabilitasi

Reporter : Marlin Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260119 WA0060

Kontrak pekerjaan dimulai pada Triwulan IV Tahun 2025 setelah melalui proses panjang, mulai dari pengusulan pemerintah daerah melalui aplikasi SIPURI, verifikasi di tingkat provinsi dan pusat, hingga proses pengadaan barang dan jasa. Dengan cakupan lokasi yang luas dan waktu pelaksanaan yang relatif singkat, pelaksanaan proyek memerlukan perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang matang.

Meski menghadapi tantangan, termasuk pelaksanaan pekerjaan pada musim hujan serta bertepatan dengan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BBWS Nusa Tenggara II menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan. Saat ini, pekerjaan masih berjalan dengan mekanisme perpanjangan waktu sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025, yang memungkinkan penyelesaian pekerjaan hingga 90 hari setelah tahun anggaran berakhir.

Menanggapi kekhawatiran petani terkait potensi terganggunya musim tanam akibat pekerjaan irigasi yang sedang berlangsung, BBWS Nusa Tenggara II memastikan bahwa pasokan air ke lahan pertanian tetap diupayakan terpenuhi. Pengelolaan air dilakukan dengan memanfaatkan curah hujan serta sumber air sungai dan bangunan pengambilan yang tersedia, menyesuaikan dengan kondisi sungai di NTT yang sebagian besar bersifat intermiten.

Sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan, Kepala BBWS Nusa Tenggara II melakukan monitoring pada 15 Januari 2026 di Daerah Irigasi Oehani, Desa Kolabe, Kecamatan Amfoang Utara. Monitoring tersebut bertujuan memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi Musim Tanam I serta menjamin ketersediaan air irigasi dari tahap olah lahan hingga panen, sekaligus memastikan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi berjalan sesuai rencana.*

  • Bagikan