“Tahun ini tidak ada kontrak preservasi untuk ruas tersebut. Kegiatan hanya sebatas pemeliharaan seperti potong rumput, perbaikan saluran, dan pembersihan,” tambahnya
Fahrudin memaparkan bahwa nilai kontrak preservasi bervariasi di setiap PPK, contoh PPK 2.1 Rp 7,2 miliar, Ruas Atambua – Halilulik: Rp 4 miliar, Ruas Halilulik – Atambua: Rp 5,4 miliar
“Nilainya memang kecil-kecil, tetapi harus kami jaga pelaksanaannya dengan baik hingga akhir Desember,” tegasnya.
Walaupun keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Fahrudin menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Fokus utama adalah menjaga agar seluruh jalan nasional tetap fungsional, terutama pada ruas-ruas yang menjadi satu-satunya akses masyarakat.
“Tantangan terbesar kami adalah menjaga konektivitas, terutama di wilayah-wilayah yang rentan longsor. Tapi kami yakin dengan dukungan data yang akurat dan alokasi anggaran yang ada, program ini bisa dijalankan dengan baik,” tutupnya.
PJN II NTT terus berkomitmen menjalankan program pemerintah untuk mendukung konektivitas infrastruktur dan mobilitas masyarakat di seluruh daratan Timor.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













