Terkait bencana ini, Pdt. Ketlin menegaskan pihaknya akan menyiapkan suara gembala untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, terutama isu bencana sebagai hukuman Tuhan. “Kami ingin menegaskan, Tuhan tidak secepat itu menghukum umat-Nya. Kami percaya Tuhan sedang menyatakan suatu perkara dan tanggung jawab kita adalah menjaga alam sebagai rumah kita bersama,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintah Kabupaten TTS dalam upaya relokasi warga terdampak. Ia menekankan pentingnya pendampingan dan edukasi bagi warga untuk merawat lingkungan di lokasi relokasi. “Kami di GMIT siap mendukung setiap kebijakan pemerintah, termasuk proses relokasi,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













