Ketua Panitia, dr. Andree Hartanto, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 70 hingga 80 stand UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
“Kalau kita lihat di sebelah kiri kanan kita, ada kurang lebih 70 sampai dengan 80 stand UMKM yang sudah sold out. Bahkan masih ada waiting list, namun kami belum bisa menampung semuanya. Semoga ke depan kita bisa menyediakan ruang yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa estimasi transaksi dalam kegiatan ini cukup besar.
“Estimasi transaksi harian kurang lebih 30.000 dolar AS atau sekitar Rp500 juta per hari. Bayangkan, ini merupakan event pertama di NTT dan pertama juga di Kupang,” katanya.
Andree berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan menjadi bagian dari agenda pariwisata daerah.
“Harapan kami, Kupang Lampion Food Street Market tidak berhenti hanya pada tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda tahunan. Bahkan tadi sudah dimasukkan dalam calendar of event pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi NTT,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI NTT, Hengky Lianto, mengatakan bahwa perayaan budaya seperti ini tidak lagi menjadi milik satu komunitas saja, tetapi menjadi perayaan bersama seluruh masyarakat.
“Melalui keberagaman, kita menikmati kekayaan kuliner sebagai bagian dari jati diri masyarakat NTT. Lampion yang bersinar menjadi simbol persaudaraan,” ujarnya.
Ia berharap Kupang Lampion Street Festival dapat menjadi langkah nyata dalam menggerakkan ekonomi rakyat serta meningkatkan transaksi ekonomi daerah.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, diantaranya Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, unsur Forkopimda, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Adidoyo Prakoso, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar Zhu Yu, Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat Peng Suyoto, , serta Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Theodorus Widodo.
Kehadiran lampion-lampion yang menghiasi area kegiatan bukan hanya memperindah suasana malam, tetapi juga melambangkan semangat harmoni dalam keberagaman masyarakat Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur dalam membangun ekonomi kreatif dan menggerakkan usaha rakyat. Acara tersebut juga merupakan puncak perayaan Imlek 2577 Cap Go Meh .
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













