Bank NTT Genjot Digitalisasi Keuangan Daerah, Targetkan Optimalisasi PAD di NTT

  • Bagikan
Screenshot 20240513 074256 Lite

Timorsavana. Com||Kupang — Suara Yohanis Landu Praing terdengar tegas namun tenang. Pejabat Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT itu tengah memaparkan strategi digitalisasi keuangan daerah dalam forum dialog bertema Optimalisasi PAD Pemprov NTT

Tujuannya jelas: mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di seluruh penjuru Nusa Tenggara Timur.

“Kami memfasilitasi penerimaan digital atau elektronifikasi dalam rangka peningkatan PAD. Ini tidak bisa ditunda,” kata Yohanis di hadapan perwakilan pemerintah daerah, pengelola pajak, dan regulator keuangan.

Bank NTT, menurutnya, telah mengintegrasikan kanal pembayaran digital untuk berbagai sektor vital seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), retribusi pasar, pengelolaan sampah, hingga pajak hotel dan restoran—sumber-sumber PAD yang selama ini belum tergarap secara optimal.

“Saat ini kami juga tengah menyempurnakan sistem SP2D online, e-Samsat, integrasi tagihan, sistem informasi pemerintahan daerah, serta pajak daerah,” jelas Yohanis.

Lebih dari sekadar jargon, digitalisasi yang diusung Bank NTT menyentuh lapisan paling dasar dalam tata kelola keuangan pemerintah: penerimaan. Salah satu inovasi yang kini mulai dirasakan manfaatnya ialah penerapan QRIS (*Quick Response Code Indonesian Standard*) untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Pembayaran PKB melalui QRIS? Sangat bisa. Di mesin EDC kami sudah tersedia fitur QRIS, baik statis maupun dinamis, yang langsung bisa digunakan untuk transaksi pajak,” terang Yohanis.

Sumber: Selatan Indonesia. Com
  • Bagikan