Ia menegaskan tidak pernah berurusan dengan Zetho maupun Roni, baik dalam forum resmi bersama DPRD maupun dalam komunikasi dengan para pengusaha.
“Untuk kedua orang itu, saya tidak kenal sama sekali,” ujarnya di hadapan peserta audiensi.
Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang menyebut dirinya mengenal Zetho.
Bupati menjelaskan bahwa ia pernah memperkenalkan Zetho kepada pengurus asosiasi peternak saat hendak membuka cabang di TTS.
Pengakuan itu memicu perdebatan dalam forum, karena memperlihatkan adanya perbedaan informasi di internal pemerintah sendiri terkait sosok yang kini dipersoalkan.
Situasi semakin memanas ketika peserta audiensi mendesak kejelasan regulasi yang menjadi dasar distribusi kuota sapi, termasuk peraturan gubernur yang digunakan sebagai rujukan.
Namun hingga pertemuan berakhir, pertanyaan mendasar terkait kapasitas Zetho dan Roni, serta dasar hukum yang digunakan, tidak mendapat jawaban pasti dari pihak pemerintah.
AGP menegaskan tidak ingin persoalan ini berakhir tanpa kejelasan, dan mendesak adanya langkah konkret, termasuk pelaporan resmi jika ditemukan pelanggaran.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













