450 Ekor Babi Kembali Dikirim ke Sumba, Simson Polin Desak Kapal Reguler Angkut Ternak

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
20260912 104721

Kapal dari Pelabuhan Bolok selanjutnya akan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur lainnya sebelum melanjutkan perjalanan ke Waingapu. Ternak yang tujuan akhirnya berada di Sumba Barat maupun Sumba Timur akan dibongkar di Sumba Timur karena saat ini pelabuhan tersebut yang dapat menerima pengiriman ternak babi.

Evi mengapresiasi pemerintah yang telah memfasilitasi pengiriman ternak babi tersebut. Menurutnya, pengiriman dapat kembali dilakukan apabila masih terdapat permintaan dari wilayah Sumba.

Ia juga berharap ke depan dapat disiapkan kapal khusus pengangkutan ternak babi sehingga distribusi dapat berlangsung lebih teratur.

Dalam proses pengiriman, aspek kebersihan dan kesehatan ternak menjadi perhatian Karantina. Hal ini karena kapal juga masih memiliki sejumlah penumpang.

Evi mengatakan, untuk keberangkatan berikutnya, pengangkutan ternak babi pada kapal reguler kemungkinan dibatasi sekitar dua truk. Kendaraan pengangkut juga diarahkan untuk dimodifikasi secara khusus agar sesuai dengan kebutuhan pengangkutan ternak.

Petugas karantina juga meminta pengelola truk menyiapkan kandang di dalam kendaraan serta petugas yang dapat memantau kondisi ternak selama perjalanan.

Selain itu, tempat penampungan kotoran harus disiapkan dalam kondisi tertutup untuk mengurangi pencemaran dan bau selama perjalanan. Karantina juga melakukan penyemprotan dengan bahan tertentu untuk membantu mengurangi bau di dalam kapal.

Peternak juga diarahkan memberikan probiotik dan E4 kepada ternak sebelum keberangkatan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kadar amonia dari kotoran ternak selama proses pengangkutan.

Dengan dibukanya kembali jalur pengiriman ini, DPRD NTT berharap distribusi ternak babi dari Pulau Timor menuju Sumba dapat berjalan secara rutin, terukur dan tetap memenuhi standar kesehatan serta karantina.

Kelancaran distribusi diharapkan tidak hanya membantu peternak dan pengusaha, tetapi juga menjaga ketersediaan ternak babi bagi masyarakat Sumba dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Umat Paroki Arnoldus Jansen Jak Swadaya Perbaiki Jalan

20260912 101624 1

Sementara itu Marten Bili ketua P3B2 NTT mengatakan pengiriman kali ini menjadi angin segar bagi para peternak babi yang selama ini mengalami kendala distribusi ke wilayah Sumba.

Menurut Marten, dari total sekitar 1.000 ekor ternak babi milik anggota komunitas, sekitar 450 ekor diberangkatkan dalam pengiriman kali ini. Sementara itu, masih terdapat sekitar 500 hingga 600 ekor yang belum diberangkatkan.

“Jadi hari ini kurang lebih 450 ekor. Dari jumlah yang seribu itu masih ada kurang lebih 500 sampai 600 yang belum diberangkatkan,” kata Marten.

Ia menjelaskan, ternak tersebut merupakan milik 40 anggota yang tergabung dalam komunitas P3B2 NTT. Seluruh anggota saat ini fokus mengirimkan ternak mereka ke wilayah Sumba.

Marten menyebut, ternak yang dibawanya dalam pengiriman kali ini ditujukan ke wilayah Sumba Barat Daya. Ia mengapresiasi adanya izin dan fasilitasi pemerintah sehingga para peternak kembali mendapatkan akses untuk mengirim ternak mereka.

“Harapan kami, seluruh teman-teman usaha kami ke depan pemerintah betul-betul memfasilitasi kami, lebih mempermudah kami lagi sehingga usaha kami boleh berjalan dengan baik,” ujarnya.

Marten juga menjelaskan bahwa ternak yang dikirim telah melalui prosedur pemeriksaan kesehatan dan karantina di Kupang. Setelah tiba di Pelabuhan Waingapu, ternak diarahkan ke karantina untuk mendapatkan surat pelepasan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sumba Barat Daya.

“Di sini sudah sesuai dengan prosedur. Setelah kami turun di Pelabuhan Waingapu, kami semua diarahkan ke karantina. Karantina membuat surat pelepasan, kemudian langsung ke Sumba Barat Daya,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Provinsi Maupun Kabupaten Sumba Timur serta KSOP yang telah membuka ruang dan memberikan kesempatan bagi para peternak untuk melakukan pengiriman ternak.

Baca Juga :  Operasi Miras, Polsek Alak Berhasil Sita Puluhan Liter Sopi: Penjual Ilegal Ditindak

“Karena dia sudah membuka ruang untuk kami, di situ ada kesepakatan, jadi kami tetap berucap terima kasih kepada beliau. Walaupun kemarin mungkin agak tegang, itu mungkin hal yang biasa,” tutupnya

  • Bagikan