“Mengingat latar belakang Pak Wali yang merupakan seorang dokter sekaligus pembuat kebijakan, kehadiran Bapak sangat kami harapkan untuk berbagi perspektif strategis mengenai implementasi One Health, yang kini menjadi isu global penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,”* ujarnya.
Merespons undangan tersebut, Wali Kota menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi sekaligus memastikan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kelancaran penyelenggaraan konferensi. Pemkot akan memfasilitasi kebutuhan operasional berupa armada transportasi, termasuk bus dan HiAce VIP, untuk mendukung mobilisasi tamu internasional, serta mengutus perangkat daerah terkait mengikuti sesi-sesi paralel sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik.
Selain membahas agenda konferensi internasional, pertemuan juga mengulas sejumlah peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian perkotaan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Politani turut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi terkait akses menuju kawasan kampus. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik, sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga aktivitas pendidikan dan pembangunan di lingkungan kampus tetap berjalan dengan lancar.
“Prinsipnya, kepentingan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan mengedepankan koordinasi dan penyelesaian sesuai koridor hukum agar semua pihak memperoleh kepastian dan aktivitas akademik tidak terganggu,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Politani juga menyampaikan bahwa sekitar 90 persen mahasiswanya merupakan anak-anak petani yang membutuhkan dukungan akses pendidikan. Menanggapi hal itu, Wali Kota menjelaskan bahwa program beasiswa Pemerintah Kota Kupang terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memenuhi persyaratan dan telah dimanfaatkan oleh sejumlah mahasiswa Politani. Ia juga menginstruksikan Bagian Kerja Sama dan Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk mengkaji peluang penyediaan kuota khusus bagi mahasiswa Politani yang berprestasi maupun kurang mampu melalui APBD Perubahan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Di penghujung pertemuan, Direktur Politani Kupang melaporkan bahwa selama dua tahun terakhir kegiatan Kemah Kerja Bakti Mahasiswa (KKBM) secara konsisten dilaksanakan di wilayah Kota Kupang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Wali Kota mengapresiasi komitmen tersebut dan berharap kemitraan antara Pemerintah Kota Kupang dan Politani semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan pengabdian akademik dapat menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan pembangunan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













