Ia menjelaskan bahwa tema ‘Bersih Sungai’ dipilih karena sungai memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan. Sejak masa lampau, peradaban dan permukiman manusia selalu berkembang di sekitar sungai, sebab air merupakan sumber utama bagi keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai berarti menjaga sumber kehidupan agar tetap sehat dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Parlinggoman menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih membantu menekan penyebaran penyakit dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, diharapkan kebersihan sungai dapat terjaga sehingga daya tampung dan aliran air meningkat, serta risiko banjir dapat diminimalkan menjelang musim hujan.
Ketua RT 07 Kelurahan Oesapa Barat juga menyampaikan beberapa aspirasi warga kepada pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan tanggul penahan kali di wilayah mereka, karena ketika air pasang terutama pada masa bulan purnama, air laut sering meluap hingga ke pemukiman warga. Kondisi kali yang sudah dangkal menyebabkan air masuk hingga ke rumah-rumah warga, sehingga warga berharap adanya pembangunan tanggul sepanjang 600 meter dengan tinggi sekitar dua meter di kedua sisi sungai untuk melindungi mereka dari banjir pasang tahunan.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapan warga agar pemerintah dapat membangun tanggul penahan laut di pesisir Oesapa Barat yang sering terdampak gelombang besar pada musim barat. Warga juga berharap disediakan kontainer sampah agar masyarakat dapat membuang sampah dengan tertib dan tidak lagi membuangnya ke sungai atau laut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, S.T., MPSDA., beserta jajaran, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi N. Dethan, S.T., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Matheos A. H. T. Maahury, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Barat, serta komunitas dan masyarakat sekitar yang terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih bersama di sepanjang bantaran Kali Oesapa Barat yang melibatkan ASN, masyarakat, dan komunitas lingkungan.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













