Kupangtimorsavana.com – TDM Culture Fest 2026 yang mengusung tema “Flobamora Berkreasi, Lokal Itu Indah” berlangsung meriah di halaman Gereja GMIT Tiberias TDM, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (25/5/2026).
Festival budaya yang digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Mei 2026, dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Kehadirannya disambut dengan tarian tradisional sejak pintu gerbang gereja hingga lokasi acara. Pembukaan festival semakin semarak dengan penampilan tarian adat Kebalai dari Kabupaten Rote Ndao serta pertunjukan lagu daerah Bole Lebo yang dimainkan menggunakan Sasando Elektrik oleh Kimora Seru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata untuk mengangkat, memperkenalkan, serta melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Oebobo, Plt. Lurah TDM, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Ketua Majelis GMIT Tiberias Oebobo, anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, serta Direktur Yayasan Luna Foundation Roy Boelan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam membangun Kota Kupang.
“Untuk membangun Kota Kupang dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Dalam festival ini semua unsur bergabung dan berjalan bersama sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” ujar Christian.
Sebagai warga TDM, Christian mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut. Ia bahkan menyebut dirinya hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai tuan rumah yang pulang ke kampung halamannya sendiri.
“Saya hadir bukan sebagai tamu, tetapi sebagai tuan rumah yang pulang ke rumah sendiri. Rumah dan klinik saya ada di TDM, sehingga festival ini tentu harus saya hadiri,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk membantu pembangunan fasilitas olahraga di wilayah tersebut. Ia menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp20 juta melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan segera dicairkan untuk mendukung perbaikan lapangan voli yang sebelumnya telah dijanjikan.
Menurut Christian, festival budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Melalui kegiatan seperti ini, warga bisa semakin akrab dan solid. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, budaya bukan hanya warisan leluhur, melainkan titipan yang harus dijaga dan diwariskan kembali kepada generasi mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













