“Budaya bukan sekadar warisan, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Karena itu harus kita jaga, kembangkan, dan wariskan kembali kepada mereka,” tegasnya.
Dalam laporan panitia disebutkan bahwa dari lima sanggar budaya yang berpartisipasi, sebagian besar belum memiliki legalitas berupa akta notaris. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota berjanji akan membantu pembiayaan pengurusan akta notaris untuk dua sanggar budaya. Satu sanggar akan difasilitasi oleh anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, sementara satu sanggar lainnya akan dibantu oleh Yayasan Luna Foundation.
Ketua panitia menjelaskan bahwa TDM Culture Fest 2026 bertujuan menampilkan keberagaman budaya NTT sebagai sumber kekuatan dan kebanggaan masyarakat sekaligus mendorong upaya pelestarian budaya di Kota Kupang.
Festival ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari sanggar budaya, pelajar, mahasiswa, hingga peserta dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. Beragam kegiatan digelar selama festival, seperti pertunjukan seni budaya, paduan suara, lomba menyanyi, fashion show, serta pameran produk UMKM.
Kegiatan tersebut didukung anggaran sekitar Rp30 juta yang berasal dari kontribusi Pemerintah Kota Kupang, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), masyarakat, para donatur, dan pemerhati budaya.
Secara terpisah, anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli menilai festival budaya memiliki peran penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya modern.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak kita diajak untuk mencintai budaya sendiri. Ini penting agar identitas budaya kita tetap terjaga,” katanya.
Ramli juga menilai festival budaya mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dalam setiap rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Direktur Yayasan Luna Foundation, Roy Boelan, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bidang ekonomi maupun pelestarian budaya.
“Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi masyarakat. Banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui event seperti ini,” ujar Roy.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sehingga menjadi wadah silaturahmi masyarakat sekaligus sarana pengembangan seni dan budaya di Kota Kupang.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar generasi muda semakin mencintai budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













